Minggu, 15 Januari 2023

Teman SMP


 Hallo nama saya Nanda, disini aku akan menceritakan pengalamanku selama bersekolah di SMP N 2 Sanden. 

Pada saat awal masuk kelas 7 aku kebagian kelas di 7A. Pertama kali masuk kelas itu rasanya canggung karena masih banyak orang yang masih asing. Setelah beberapa bulan beradaptasi kita semua satu kelas sudah lebih akrab dan kenal baik cewek maupun cowok. Awalnya kelas kita hanya ada 28 siswa, tetapi pada saat itu tertambah 4 siswa dari kelas 7B sehingga kelas kita ada 32 siswa, 4 siswa tersebut bernama Atma, Anang, Afrizal, dan Ardi.

Tetiba kami semua telah kelas 9 dan tinggal beberapa bulan berpisah. Di kelas 9 kami difokuskan oleh tambahan pelajaran karena akan menghadapi ujian ujian yang ada. Nah pada saat itu dilakukan ujian praktek kelas kami baru saja melakukan ujian praktek 3 mata pelajaran yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Jawa, tetapi ujian praktek tersebut terpaksa diberhentikan karena adanya pandemi virus corona.

Kita itu lucu, aneh, asik, kocak pokoknya semuanya bisa kita lakukan jadi hal tersebut dapat menjadi kenangan yang sangat manis semasa smp. Bahkan kelas kami itu ada 2 orang cowok yang selalu membuat kelas menjadi asik orang tersebut Gesit dan Arryan. Gesit selalu membuat tingkah konyol yang bisa membuat tertawa bahagia. Kalau Arryan orangnya baik suka mengasih maemannya kepada teman temannya, bahkan bekal yang dia bawa kadang suruh makan teman temannya. Namun kini Arryan telah dipanggil oleh yang kuasa rasanya sedih kehilangan teman yang begitu baik. 

Teman Sebangku

 


Teman sebangku ku bernama Santi Asih Febriyanti, aku kenal dia sejak kelas 1 smp, walaupun dulu tidak terlalu dekat dengannya, namun seiring berjalannya waktu kami bisa dibilang teman dekat. Dia orangnya tinggi dan mempunyai sifat yang humoris atau bisa disebut receh dan memiliki paras yang cantik.

Ketika kami sedang ada masalah kami saling bertukar cerita dan memberikan solusi. Bahkan saat di sekolah kami hampir setiap hari bersama. Sampai ada yang mengira bahwa kami bersaudara. Dia suka menceritakan lelucon yang bisa membuat tertawa. Beruntung sekali aku bisa kenal dia, karena dia adalah temanku yang paling baik. Gatau lah saking baiknya dia jadi bingung mau nyeritain apa lagi hehehe.....


Projek Penjualan Bersama Teman Sekelas


 Pada hari itu kami satu kelas diberi tugas kelompok oleh Bu Bernadeta untuk melakukan proyek penjualan. Nah saya satu kelompok bersama dengan Santi, Zahra, Rizky, dan Najib. Kami berlima mendeskusikan apa yang akan kami jual, pertama ada masukan dari Santi untuk menjual beberapa cemilan berupa basreng dan mie lidi. Namun, pada deskusi kedua Rizky mengusulkan untuk menjual dimsum dan pada akhirnya kami berlima memutuskan untuk menjual dimsum. 

Kami memulai jualan dimsum pada hari Sabtu dengan cara menawarkan secara online dan menggunakan metode pre order. Dimsum kami jual perbutir dengan harga RP 1.500, bisa goreng maupun kukus. Pada saat itu juga kami mendapat orderan lebih dari 150 butir dimsum baik goreng maupun kukus dan orderan tersebut langsung kami layani pada hari Minggu. Jam 08.30 wib kami mulai menggoreng dan mengkukus dimsum setelah selesai kami langsung melakukan packing dan cod ke tempat-tempat yang sudah dijanjikan.


Pengalaman PKL di Purnama Swalayan


Nama saya Nanda Khoiru Nisa, biasa di panggil Nanda. Saya seorang pelajar di SMK N 1 Bantul jurusan BDP (bisnis daring dan pemasaran). Oke langsung saja, saya akan menceritakn pengalaman saya selama melaksanakan PKL.

Saya melaksanakan PKL di Purnama Swalayan yang beralamat di Jl.Pramuka No 3, Melikan Kidul, Bantul, Yogyakarta. Saya PKL bersama teman-teman saya, yaitu Meila, Yuliya, dan Shania. PKL dimulai tanggal 25 Juni 2022 sampai 24 September 2022, kurang lebih 3 bulan. Hari peratama kami datang bersama-sama pada pukul 07.30 wib, kami dikumpulkan oleh seorang supervisor di suatu tempat untuk melakukan breafing. Kami diberiakan arahan tentang aturan-aturan yang berlaku di dalam swalayan tersebut dan sekaligus pembagian lantai untuk setiap anak. Nah disaat pembagian lantai saya dan teman-teman saya dipisah karena saya ditempatkan di lantai 3 bagian fashion, Meila di lantai 2 bagian fashion, sedangkan Yuliya dan Shania ditempatkan di lantai 1 swalayan.

Setelah breafing selesai saya diantar oleh supervisor menuju lantai 3 dan dikenalkan oleh koordinator lantai 3 yang bernama Mas Agus. Orangnya baik beliau mengantar saya untuk menaruh tas di loker lalu saya dikenalkan oleh karyawan-karyawan yang lain. Nah saat itu saya disuruh untuk membantu mendisplay barang. Pada awalnya saya merasa sangat canggung namun lama kelamaan saya sudah mulai merasa akrab dengan lainnya. Mereka semua baik, selama PKL saya paling dekat dengan Kak Yeni dan Mba Bekti. Waktu begitu cepat hingga tiba saatnya hari terakhir saya dan teman-teman untuk melaksanakan PKL. Kami merasa sedih karena sudah merasa nyaman namun harus berpisah karena waktu yang sudah ditentukan.